Nicola Tesla: Kisah Sang Prometheus Modern

Ulang tahun ke-75 kematian Tesla pada 7 Januari lalu, membuat kita meninjau kembali kehidupan seorang pria yang datang entah dari mana namun menjadi terkenal; mengaku hanya mencurahkan hidupnya untuk penemuan tapi juga seorang pemain sandiwara; Menarik perhatian banyak wanita tapi tidak pernah menikah; menghasilkan gagasan yang mengubah dunia namun meninggal hampir tanpa uang sepeser pun.

Masa Awal

Nicola Tesla lahir di Kroasia pada tanggal 7 Januari, di satu malam musim panas tahun 1856.  Sebagai seorang siswa, Tesla menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghitung masalah matematika namun guru nya  menuduhnya melakukan kecurangan. Selama masa remajanya, dia pernah jatuh sakit yang sangat parah, Ia pulih begitu ayahnya menyerah untuk memaksanya untuk menjadi pendeta dan memperbolehkannya bersekolah di sekolah teknik.

Meskipun berprestasi, Tesla akhirnya keluar dari sekolah politeknik dan akhirnya bekerja di Continental Edison Company, di mana ia fokus pada bidang penerangan dan motor listrik. Tesla berimigrasi ke A.S. pada tahun 1884, dan dia mengatakan bahwa dia ditawari uang sebesar US$ 50.000 jika dia bisa menyelesaikan serangkaian masalah rekayasa yang dihadapi Edison. Setelah berhasil memecahkan masalah tersebut, Tesla mengatakan bahwa dia kemudian diberitahu bahwa tawaran tersebut hanyalah sebuah lelucon, dan dia meninggalkan perusahaan tersebut setelah enam bulan.

Useful Link
loading...

Tesla kemudian bekerjasama dengan dua pengusaha yang berujung pada pendirian Tesla Electric Light and Manufacturing. Dia mengajukan sejumlah paten listrik, yang didaftarkan atas nama perusahaan tersebut. Ketika rekan-rekannya memutuskan bahwa mereka hanya ingin fokus pada penyediaan listrik, mereka mengambil kekayaan intelektual perusahaan dan mendirikan perusahaan lain, meninggalkan Tesla tanpa apa-apa.

Tesla bercerita bahwa ia kemudian bekerja sebagai penggali parit yang hanya dibayar $ 2 per harinya , Ia sampai depresi karena takut  bakat dan pendidikannya yang tinggi akan terbuang sia-sia.

Sukses sebagai penemu

Pada tahun 1887, Tesla bertemu dua investor yang setuju untuk mendukung pembentukan Tesla Electric Company. Dia mendirikan laboratorium di Manhattan, di mana dia mengembangkan motor induksi arus bolak-balik, yang memecahkan sejumlah masalah teknis yang dihadapi perangkat pada saat itu. Ketika Tesla mendemonstrasikan perangkatnya pada sebuah pertemuan teknik, Westinghouse Company setuju untuk melisensikan teknologinya, memberikan pembayaran di muka dan royalti atas setiap energi yang dihasilkannya.

Istilah “War of the Current” mulai dikenal di akhir tahun 1880-an. Thomas Edison mempromosikan arus searah (DC), ia mengklaim teknologinya lebih aman daripada AC. George Westinghouse mendukung AC, karena bisa mengirim listrik dengan jarak yang lebih jauh.  Westinghouse kekurangan modal karena perang harga yang terjadi. Dia menyampaikan kesulitannya dan meminta Tesla untuk menjual hak paten kepadanya, yang oleh disepakati Tesla.

Di World’s Columbian Exposition pada tahun 1893  di Chicago, Westinghouse meminta Tesla untuk membantu memasok listrik; mereka bisa menunjukkan manfaat AC. Tesla berhasil menerangi lebih banyak bola lampu dibandingkan seluruh kota Chicago, dan memukau penonton dengan berbagai keajaiban, termasuk lampu listrik yang tidak memerlukan kabel. Kemudian Tesla juga membantu Westinghouse memenangkan kontrak untuk menghasilkan tenaga listrik di Niagara Falls, membantu membangun pembangkit listrik skala besar pertama di dunia.

Tantangan di sepanjang jalan

Tesla menemui banyak kendala. Pada tahun 1895, laboratorium Manhattan-nya hancur oleh api, yang menghancurkan catatan dan prototipenya. Di Madison Square Garden pada tahun 1898, dia menunjukkan kontrol nirkabel pada sebuah kapal, namun banyak yang mengira itu adalah tipuan.  Dia percaya bahwa sistemnya tidak hanya bisa mendistribusikan listrik  tetapi juga menyediakan komunikasi nirkabel ke seluruh dunia.

Untuk menguji idenya, Tesla membangun sebuah laboratorium di Colorado Springs. Di sana dia pernah menggunakan energi listrik yang sangat besar sehingga menyebabkan pemadaman listrik regional. Dia juga mendeteksi sinyal yang dia klaim berasal dari sumber luar bumi. Pada tahun 1901 Tesla membujuk J.P. Morgan untuk berinvestasi dalam pembangunan menara di Long Island yang dia percaya dapat mewujudkan mimpi nya untuk menerangi dunia. Namun mimpi Tesla tidak terwujud, dan Morgan menarik kembali dana nya.

Pada tahun 1909, Marconi menerima Hadiah Nobel untuk pengembangan radio. Pada tahun 1915, Tesla melakukan gugatan, ia mengklaim pelanggaran atas hak patennya, namun gugatannya kalah. Pada tahun yang sama, dikabarkan bahwa Edison dan Tesla akan berbagi Hadiah Nobel, tapi hal itu tidak terjadi. Beberapa spekulasi mengatakan bahwa permusuhan mereka adalah penyebabnya. Namun diluar itu, Tesla  menerima banyak penghargaan atas penemuan dan kerja keras nya, termasuk, American Institute of Electrical Engineers Edison Medal.

Tahun-tahun terakhir Tesla

Dalam budaya populer, Tesla dianalogikan sebagai ilmuwan gila. Dia mengklaim bahwa ia telah mengembangkan motor yang berjalan pada sinar kosmik; bahwa dia sedang mengerjakan sebuah fisika non-Einstein baru yang akan memasok bentuk energi baru; bahwa dia telah menemukan teknik baru untuk memotret pemikiran; dan bahwa dia telah mengembangkan sinar baru, secara bergantian memberi label sinar kematian dan sinar perdamaian.

Uangnya sudah lama habis, Tesla menghabiskan tahun-tahun terakhirnya pindah dari satu tempat ke tempat lain, meninggalkan hutang yang belum dibayar. Akhirnya, dia menginap di sebuah hotel di New York, di mana uang sewa dibayar oleh Westinghouse. Selalu tinggal sendiri, dia sering mengunjungi taman lokal, di mana dia sering memberi makan dan merawat burung merpati, yang diakuinya memiliki kedekatan khusus. Pada pagi hari tanggal 7 Januari 1943, dia ditemukan tewas di kamarnya oleh seorang pelayan hotel pada usia 86 tahun.

Hari ini nama Tesla masih sangat dikenal. Bandara di Belgrade menyandang namanya, seperti halnya mobil listrik paling terkenal di dunia, dan kekuatan medan magnet pemindai MRI diukur dalam satuan Teslas. Tesla adalah Prometheus modern: Mitos titan Yunani yang menerobos surga untuk mengenalkan dan membawa api ke peradaban umat manusia, namun ia harus menerima hukuman dirantai ke sebuah batu dimana setiap hari seekor elang memakan hatinya. Tesla memberikan kontribusi dan mimpi membawa petir turun ke bumi sebagai energi listrik, namun tragis, sifatnya yang aneh dan kebiasaan yang bisa dibilang gila akhirnya menyebabkan kejatuhannya, membuatnya akhir hidupnya hampir tanpa uang, sendiri dan kesepian.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar...